(ini catatanku kemarin...saat ada tugas dari Guru Bahasa Indonesia...12 November 2009...curahan hatiku...kekesalanku...saking kesalnya membawa kesedihanku...)
saat ini, aku sedang memandangi Ibu Guru Bahasa Indonesia. Tugas kali ini adalah menulis apa yang sedang kita rasakan. Dan Bu Toeth (nama samaran), berkata yang dirasakannya sekarang adalah memikirkan kalau tahun depan beliau tidak lagi mengajar di sini, mengajar kami.
aku tidak tahu apa aku harus merasa sedih atau kesal. sedih karena aku tahu dan sadar kemungkinan itu ada. kesal, karena aku tidak suka, bahkan benci jika ada orang yang berbicara mengenai perpisahan.
perpisahan, seperti yang pernah di alami semua orang, tidak pernah ada yang menyenangkan. namun, sebenarnya...ada satu perpisahan yang benar-benar aku dambakan. dan apabila itu terjadi, maka aku akan sangat senang dan lega. perpisahan dengan seorang pengganggu di rumahku. untuk berpisah dengannya, untuk tidak melihat wajahnya atau berada dalam radius kurang dari sepuluh meters darinya akan selalu jadi impianku. impian yang jahat. aku tahu impian ini kurang mungkin terjadi, karena kemungkinan terbesar, aku dulu yang akan pergi meninggalkan rumah, untuk kuliah, dua tahun lagi. dua tahun. selama itukah waktu yang harus kulewati dengan rasa risih dan kesal ini. aku tahu ini jahat, tapi dia bahkan BUKAN SIAPA-SIAPA ku. aku ingin kau pergi dari rumahku, dasar PENGGANGGU!!!
--setelah aku maju membacakannya, tanpa tahu bahwa sebenarny itu akan dibacakan di depan kelas, semua teman bertanya siapa dia. aku jawab dia saudaraku. dalam hati aku menolak kebohongan yang keluar dari mulutku. tapi bagaimana lagi, dia memang anak dari kakak ayahku. tapi kelakuannya, wajah sengaknya, sifat suka bohongnya...membuat aku sekeluarga muak. kalau saja sifatnya baik dan sopan, tentu dia akan tetap berasa saudara dan bukan sebagai beban, atau pengganggu (yang kurasakan terhadapnya). banyak temanku berkata, hati-hati, jangan terlalu membenci, nanti jadi suka. atau suatu hari perasaanku akan berubah, mungkin aku akan benar2 menganggap dia saudaraku. akan tetapi, tidak akan ada yang berubah, kecuali dia bisa merubah sifat buruknya dan aku bisa berubah menerimanya. aku tahu, terkesan jahat memang. aku sadar, iblis sedang membisiki hatiku. tapi ini jujur. aku tidak pernah bicara padanya...
aku belum bisa menerimanya...
ya TUHAN...maafkan aku...lingkupilah hatiku yang kalut ini Tuhan, dengan pencerahanmu. Amin.
--kata mutiara hari ini--..rubahlah dunia atau dunia yang akan merubahmu. karena dunia adalah bagaimana kita menentukannya..